12/09/2009 - 23:45
Patung di samping ini bisa kita lihat di negara-negara luar, biasanya berdiri kokoh di depan gedung-gedung pengadilan. Patung ini sengaja diletakkan di sana agar pengadilan sebagai tempat mencari keadilan bagi semua golongan bisa benar-benar terwujud.
Lady Justice, itulah sebutannya. Sebuah patung yang dianggap pencerminan dari Justitia, seorang Dewi Keadilan bangsa Romawi.
Lady Justice menggambarkan sosok seorang wanita dengan memegang sebuah pedang di tangan kanannya dan sebuah timbangan di tangan kirinya. Sedangkan untuk mata, terdapat dua jenis yaitu satu dengan mata terbuka dan satu lagi mata tertutup. Patung Lady Justice dengan mata tertutup umumnya banyak dibuat mulai dari abad kelimabelas.
Mengapa ada perbedaan antara mata tertutup dan terbuka?
Menurut sebagian pihak mata tertutup mencerminkan bahwa untuk menandakan bahwa keadilan itu harusnya ditegakkan dengan obyektif, tanpa ketakutan dan kecondongan terhadap siapa-siapa saja orangnya, tanpa memandang uang, tanpa memandang kekuasaan atau tanpa memandang kelemahan.
Sebaliknya ada sebagian pihak yang bertanya balik lantas jika sosok seorang Dewi Keadilan memakai kain penutup, bagaimana dia bisa menegakkan keadilan yang dilambangkan oleh timbangan serta menegakkan hukuman yang dilambangkan oleh sebuah pedang?

Gambar di atas diperoleh dari situs ini
Sosok Lady Justice yang melambangkan penegakkan hukum dan keadilan yang tanpa pandang bulu mungkin baru menjadi impian di negara kita. Lihat saja bagaimana hukum berjalan hanya bagi mereka yang lemah dan tidak punya, sedangkan bagi mereka yang pernah berkuasa atau berharta maka hukum menjadi mandul.
Banyak contoh kasusnya dimana kita menyaksikan betapa cepat para penegak hukum bereaksi ketika mereka yang berkuasa atau mereka yang memiliki harta merasa dirinya terganggu atau teraniaya.
Kasus-kasus yang dialami oleh Nenek Minah yang mencuri 3 buah kakao, Ibu Manisih yang memungut 2 kilo buah randu dan Amir Mahmud sopir di BNN (Badan Nasional Narkotika) yang divonis 4 tahun penjara karena kedapatan menggelapkan ekstasi sebanyak 1 butir saja.
Lihatlah bagaimana aparat-aparat penegak hukum begitu cepat bergerak manakala mereka-mereka yang lemah, mereka-mereka yang tidak punya kekuasaan dan mereka-mereka yang miskin berbuat salah. Hukum dengan cepat mereka tegakkan. Lain ceritanya jika yang berbuat salah adalah mereka yang memiliki harta dan yang memiliki pengaruh serta kekuasaan, bisa berbelit-belit urusannya dan nantinya malah raib dengan sendirinya.
Cerminan Lady Justice yang mampu memberikan rasa adil dalam penegakan hukum bagi semua pihak memang bukan pekerjaan mudah tapi hal itu pun bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan.
Dark Justice
Masih terkait dengan keadilan dan Lady Justice. Di era 90-an pernah ada sebuah film serial yang menceritakan seorang hakim yang menjadi penegak hukum jalanan di malam hari terutama kepada mereka-mereka yang berupaya meloloskan diri dari jeratan hukum dengan memanfaatkan lemahnya sistem hukum yang ada.
Slogan yang sering dimunculkan di film tersebut adalah: "Justice may be blind... but it can see in the dark."
Makna dari film Dark Justice adalah bagaimana sebuah sistem hukum yang sudah jelas aturan mainnya masih saja bisa dipermainkan oleh mereka-mereka yang paham akan hukum. Mereka inilah yang mencari-cari celah dalam sistem hukum semata-mata demi kepentingan pribadi atau orang yang mereka bela.
Cocok sekali bukan dengan patung Lady Justice yang digambarkan matanya tertutup, yang bisa juga mengandung pesan bahwa walaupun hukum itu baku dan aturan mainnya sudah jelas namun tetap saja seorang penegak hukum (hakim) terkadang harus dapat melihat di dalam kegelapan manakala ia merasa ada sesuatu yang ganjil dan aneh dalam kasus yang ia tangani. Melihat dalam kegelapan tidak bisa dilakukan dengan mata fisik, hakim harus mempergunakan mata batinnya alias hati nuraninya dalam memutuskan suatu perkara karena hukum dan keadilan hanya dapat tegak saat hakim menggunakan akal, pikiran serta hati nuraninya dalam memutuskan suatu persoalan hukum.
- jafar's blog
- Add new comment
- 356 reads


Inilah yang terjadi di
Inilah yang terjadi di indonesia saat ini sebuah hukum yang lemah dan penuh dengan "kongkalingkong"
Pedang Keadilan
Penegakan hukum sering pula disimbolkan dengan golok. Sebagaiman lazimnya golok, ia tajam di bagian bawah namun tumpul di bagian atas. Ia mudah menghukum orang-orang lemah yang berada di strata sosial yang tinggi. Sebaliknya, ia namun menjadi tumpul saat berhadapan orang kuat yang berada di strata sosial yang tinggi.