03/24/2010 - 23:24
Hari ini mungkin saja gaung kehebohan akan kedatangan orang nomer satu di Amerika Serikat ke Indonesia sudah mulai berkurang, tapi jika kita amati, seminggu yang lalu hampir semua media di tanah air ramai serta sibuk memberitakan seorang Barack Obama yang akhirnya tidak jadi datang ke Indonesia.
Sebelum kepastian ketidakjadian diumumkan, pro dan kontra tentang kedatangan Obama muncul di masyarakat, banyak yang mendukung namun tidak sedikit yang menolak kedatangannya.
Salah satu alasan kelompok yang menolak kedatangan Obama ke Indonesia adalah mengenai isu Palestina. Ketika kampanye dan awal masa menjabat sebagai Presiden, banyak pihak menaruh harapan yang besar terhadap kepemimpinan gaya baru dari seorang Barack Obama yang diharapkan dapat menyelesaikan konflik Palestina - Israel atau minimal dapat membuka gerbang ke arah perdamaian kedua bangsa tersebut. Namun harapan tinggal harapan karena sampai dengan hari ini belum ada titik cerah yang mengarah kepada perdamaian dan solusi terbaik bagi bangsa Palestina dan Israel.
Citra Obama di mata sebagian bangsa Palestina saat ini mungkin sama saja seperti citra dari Presiden-Presiden Amerika Serikat sebelumnya, yang gagal mengupayakan kemerdekaan bagi bangsa Palestina.
Momen minggu lalu dimana kita diramaikan dengan berita tentang kedatangan Obama juga bertepatan dengan momen peresmian nama sebuah jalan di kota Ramallah, Palestina.
Jalan Rachel Corrie, itulah jalan yang pada tanggal 16 Maret 2010 diresmikan oleh pihak otoritas Palestina dalam rangka memperingati 7 tahun wafatnya seorang Rachel Corrie, gadis muda asal Amerika Serikat yang tewas terbunuh di Palestina.
Tujuh tahun lalu, kematian Rachel Corrie sangat menyentak dunia dan menyisakan duka yang mendalam bagi bangsa Palestina. Dia tewas setelah dihajar oleh buldoser milik tentara Israel ketika merebahkan diri menjadi tameng hidup guna menghalangi mesin-mesin buldoser tersebut menghancurkan rumah-rumah milik warga Palestina. Sontak seketika itu juga tubuhnya bersimbah darah karena dihajar oleh buldoser dan kematiannya menjadi berita utama di media.
Kematian Rachel Corrie, seorang warga Amerika Serikat, tentu saja berbeda dengan kematian seorang warga Palestina yang oleh sebagian pihak akan dianggap biasa-biasa saja sehingga begitu berita kematiannya tersebar luas, banyak pihak yang mengecam pemerintah Israel karena dianggap sengaja dan lalai sehingga mengakibatkan dia tewas.
Tewasnya Rachel Corrie membuat pemerintah Amerika Serikat bingung, karena di satu sisi Rachel adalah warganya dan di sisi lain ada pemerintah Israel yang merupakan sekutu dekatnya. Dilema inilah yang menyebabkan misteri pengungkapan kematian Rachel Corrie sampai sekarang belum juga selesai dan masih menyisakan teka teki siapa sebenarnya pihak yang harus bertanggung jawab.
Rachel Corrie, seorang gadis muda asal Amerika Serikat yang tewas di tangan tentara Israel memang telah tiada tapi bagi bangsa Palestina, sosoknya akan selalu diingat karena perjuangannya yang tak kenal lelah dalam membela hak-hak bangsa Palestina.
Jika seorang Rachel Corrie sudah mendapatkan tempat di hati bangsa Palestina dengan mengabadikan namanya sebagai sebuah nama jalan, lalu bagaimanakah dengan kiprah seorang Barack Obama, seorang Presiden Amerika Serikat, akankah kiprah kepemimpinannya dapat membawa dirinya dihormati oleh bangsa Palestina?
- jafar's blog
- Add new comment
- 254 reads


baru tahu
Aku baru tahu ada orang Amerika yang mengorbankan dirinya demi rakyat Palestina. Barack Obama sepertinya tidak mungkin begitu, lha isunya dia itu adalah antek yang dipersiapkan zionis untuk menggantikan Bush kok. Ah..entah kapan Amerika bisa berubah.
Re:
Hehe. Kebanyakan dari kita umumnya hanya menerima informasi setengah-setengah saja. Misalkan kita taunya orang Amerika atau Yahudi jahat-jahat, lalu kemudian kita vonis bahwa semua orang Amerika atau Yahudi itu jahat, begitu juga dengan orang Amerika yang menganggap orang Islam itu radikal-radikal dan memvonis semua Muslim radikal. Inilah kesalahan dari kita, yang menerima informasi setengah lalu sudah memvonis sedemikian rupa.
Di Amerika itu selain ada seorang George Bush, juga ada warganya yang lain yang bisa kita sebut 'baik' seperti Rachel Corrie dan Rachel Corrie ini merupakan satu contoh saja dari warga AS yang tidak setuju dengan zionisme Israel serta peran serta AS dalam mendukung gerakan Zionis. Hal yang sama dapat kita temukan di komunitas Yahudi, banyak orang Yahudi yang tidak setuju dengan gerakan zionisme yang dilakukan oleh pemerintah Israel, bahkan mereka mengecam dengan sangat keras.
Mengenai Obama adalah antek Yahudi yang sudah disiapkan sebenarnya adalah baru merupakan isu. Pengaruh lobi Yahudi di AS masih terlalu kuat sehingga siapa pun presidennya akan mendapat kesulitan dari kelompok Yahudi, jadi harap maklum saja jika Obama pun seperti itu :D