01/18/2010 - 22:38
Sebuah idiom (ungkapan) dalam bahasa Inggris menyebutkan: "Rome was not build in one days" -- "Kota Roma tidak selesai dibangun dalam satu hari", yang mengandung makna bahwa suatu hasil yang hebat atau sempurna (membangun kota Roma) tidak mungkin dapat selesai dalam waktu yang sangat sebentar (satu hari).
Ada lagi sebuah idiom dalam bahasa Indonesia: "Karena nila setitik, rusak susu sebelanga", yang mengandung makna bahwa karena satu saja kesalahan bisa merusak keseluruhan.
Kedua idiom dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia jika dikait-kaitkan akan memberikan makna bahwa sangat mudah untuk merusak sesuatu tapi butuh waktu tidak sebentar untuk membangunnya.
Di daerah Jakarta Barat beberapa bulan lalu masih berdiri kokoh bekas gedung Walikota Jakarta Barat, letaknya di sebelah Universitas Tarumanegara. Gedung ini sempat diduduki oleh Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologia Injili Astamar (SETIA) dan bahkan terjadi bentrokan ketika satpol PP mencoba mengusir para mahasiswa dari gedung tersebut.
Kini gedung yang semula berdiri kokoh tersebut sudah rata dengan tanah, para petugas pembongkaran tidak membutuhkan waktu lama untuk membongkarnya. Itu pulalah yang membuat saya bingung, karena sebelum rata dengan tanah itu beberapa hari sebelumnya saya masih melihat gedung itu lengkap tapi suatu pagi saya menoleh ke arah kiri dan tidak disangka-sangka gedung tersebut sudah hilang, yang tersisa hanya puing-puing sisa bongkaran.
Muncul dalam pikiran saya, sangat mudah sekali bagi mereka yang ahlinya untuk merobohkan sebuah gedung, tak peduli seberapa besar gedung itu, karena semuanya bisa dilakukan dalam hitungan hari saja, bandingkan dengan waktu yang diperlukan ketika pertama kali membangunnya, yang mungkin bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Dan juga jika kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, menghancurkan nama baik dan citra diri itu juga sangat mudah, semudah gedung yang dirobohkan yang tidak memerlukan waktu yang lama. Bisa jadi waktu yang diperlukan itu hanya dalam hitungan sangat cepat dan seketika nama baik dan citra diri yang selama ini terjaga dapat menjadi hancur.
Tak dapat dipungkiri meskipun sekarang ini banyak dari kita sudah hilang rasa malunya, namun di masyarakat luas masih memegang teguh beberapa norma, dan jika norma itu dilanggar maka akan ada sanksi sosial bagi pelanggarnya. Kita ambil contoh hamil di luar nikah. Jika ada anak seorang pejabat atau orang terkenal yang memiliki anak gadis yang hamil di luar nikah, tentu itu akan menjadi sebuah aib bagi keluarga besar si gadis, terlebih orang tuanya adalah seseorang yang sangat dipandang di masyarakat dan jika kejadian ini sampai diketahui secara luas oleh masyarakat tentu yang muncul adalah rasa malu. Contoh lainnya adalah selingkuh, meskipun tren selingkuh di masyarakat saat ini cukup meresahkan namun masih ada 'sisa' rasa malu di sebagian besar masyarakat kita yang menganggap mereka yang berselingkuh itu telah melanggar norma kesusilaan dan akan menjadi aib tersendiri bagi yang melakukannya.
Jika misalkan kedua kasus di atas menimpa mereka yang memiliki jabatan tinggi, orang terpandang dan selama ini dikenal imej/citra dirinya sebagai orang yang baik bisa dibayangkan akan seperti apa jadinya. Nama baik, harga diri dan imej/citra yang baik di masyarakat bisa hilang dalam sekejap hanya gara-gara satu kejadian dan jika dia seekor kura-kura mungkin akan bersembungi di dalam batoknya agar rasa malu itu bisa ditutupi :D.
Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun namun hanya butuh satu hari untuk menghancurkannya.
Manusia mati meninggalkan nama baik dan itulah yang selama ini harusnya selalu kita jaga dengan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat merusaknya. Kita tidak ingin merusaknya sedikitpun dengan melakukan satu perbuatan konyol/bodoh yang dampaknya akan kita sesali seumur hidup.
Semoga Allah Swt. tunjuki kita jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Allah beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
- jafar's blog
- Add new comment
- 261 reads


Benar mas
Benar mas semua yang sudah kita bangun, sudah kita jaga dengan segenap tenaga kadang bisa hancur seketika ketika kita membuat satu kesalahan fatal
Benar sekali
Mengapa banyak orang demikian yaw... kbaikan banyak lupa dan hilang tak berbekas hanya karena suatu kesalahan yang kecil.... mengapa oh mengapa....
Re:
Karena banyak dari kita yang kurang bijaksana menyikapi hal seperti itu. Kita hanya melihat satu titik dalam kehidupan seseorang dibanding keseluruhan titik-titik yang sudah diukir oleh orang tersebut.
Mungkin memang diri ini harus lebih arif dan bijaksana dalam menilai seseorang, semoga kita bisa melakukannya :)