01/01/2010 - 01:30
Tulisan ini dibuat selang beberapa menit setelah pergantian tahun Masehi, di saat bunyi terompet, kembang api dan petasan masih sangat keras terdengar.
Kemarin masih 2009 dan sekarang sudah berganti menjadi 2010. Dua minggu yang lalu kita pun sudah merasakan pergantian tahun baru Hijriyah (Islam) namun gemanya masih kurang begitu dirasakan jika dibandingkan dengan tahun baru Masehi.
Banyak mungkin dari kita yang pada malam tahun baru kali ini sedang berada di tengah keramaian lautan manusia di jalan-jalan atau di tempat wisata, sedang berada di rumah berkumpul dan bercanda dengan keluarga atau sedang asyik berdzikir dan bermunajat di rumah Allah.
Tahun 2009 telah berlalu, semua kejadian dan kenangan yang sudah terjadi hanya dapat kita kenang dan tangkap dalam-dalam hikmahnya. Waktu yang sudah terlewatkan selama satu tahun tidak mungkin kita putar balik hanya karena keinginan kita untuk merubah sebuah kejadian yang sudah terjadi.
Refleksi Internal
Ibarat sebuah laporan keuangan maka momen pergantian tahun baru adalah saat yang tepat bagi kita untuk membuka kembali semua lembaran kegiatan dan amal perbuatan kita selama satu tahun, lalu kemudian menyimpulkan apakah selama satu tahun ini kita mendapat keuntungan atau justru malah merugi (dalam kacamata berbuat baik). Perbandingan untung atau ruginya adalah membandingkan dengan tahun sebelumnya. Jika selama tahun 2009 ini semua kegiatan dan amal perbuatan baik kita lebih baik dari segi kuantitas dan kualitas dibanding tahun 2008 maka kita termasuk orang yang untung namun jika sebaliknya yaitu rugi, maka perlu ada perbaikan di tahun baru ini agar ke depannya kita tidak semakin merugi.
"Lihatlah dirimu sebelum engkau melihat orang lain. Periksalah dirimu sebelum engkau memeriksa orang lain."
Sebelum jauh berbicara mengenai orang lain seperti apa, akan lebih bijak seandainya kita terlebih dahulu melihat dan memeriksa diri sendiri. Lihat dan amati perjalanan kita selama satu tahun ini, sudahkah ada perbaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya?
Mari kita koreksi diri kita. Tahun akan terus berganti, usia akan terus bertambah, fisik akan terus berubah dan jika itu tidak diimbangi dengan pemanfaatan akal yang telah diberikan oleh Allah Swt. maka pergantian tahun hanya akan menjadi sebuah perayaan akan semakin bertambahnya usia kita saja, kita menjadi tua tapi kita belum bisa menjadi dewasa dan bijak dalam memandang serta menyikapi hidup ini.
Refleksi Eksternal
Tahun 2009 ini bagi saya pribadi cukup meninggalkan kenangan yang mendalam karena pada bulan Ramadhan di tahun ini ibu saya meninggal dan beberapa orang yang saya kenal baik pun telah lebih dahulu dipanggil oleh Allah Swt. Dampak dari kejadian yang ada itu makin menyadarkan saya bahwa maut itu pasti akan datang, baik secara perlahan maupun tiba-tiba, tidak memandang tua ataupun muda, tidak memandang mereka yang sakit-sakitan atau mereka yang terlihat segar bugar dan ketika maut itu telah datang, maka tidak akan ada lagi kesempatan kedua untuk kembali hidup karena ingin memperbaiki yang sudah terjadi.
Tahun 2009 dihiasi dengan berbagai bencana alam yang menimpa negeri kita. Bencana alam seperti gempa bumi, longsor dan banjir seolah menjadi 'ajang rutin' yang selalu menghantui. Rangkaian bencana datang silih berganti, menguji kesabaran bangsa Indonesia sekaligus menjadi peringatan bagi bangsa ini. Energi, keringat, darah dan air mata banyak mengalir di tiap bencana yang datang dan semoga saja Allah Swt. memberikan bangsa Indonesia kekuatan untuk menghadapi segala bencana.
Dan persis kemarin, di penghujung tahun 2009 bangsa ini pun harus kehilangan salah seorang mantan presiden yaitu KH. Abdurrahman Wahid. Sosok almarhum bagi sebagian orang dikenal kontroversial dan memunculkan komentar-komentar 'miring' terhadap beliau namun jika ingin melihat seseorang itu dicintai oleh rakyat atau tidak maka lihatlah nanti setelah seseorang itu wafat, jika ia seorang yang lurus dan dicintai maka namanya akan tetap harum sepanjang masa walaupun dijelek-jelekkan dan sebaliknya jika ia seorang yang tidak baik dan tidak dicintai rakyat maka namanya akan tetap tercela walaupun berusaha dibaik-baikkan. Juga ada satu 'adab' tentang bagaimana semestinya kita memandang orang lain seperti diungkapkan oleh Imam Ghazali.
2009 yang penuh dengan warna warni telah berlalu, kita hanya bisa menatapnya sambil mengenang tiap hari yang sudah dilewati selama satu tahun kemarin.
Kini adalah hari baru di tahun yang baru pula, berdoalah dan munculkan pengharapan yang baru yang dapat menjadikan kita manusia yang lebih baik lagi dibanding tahun-tahun kemarin. Berdoa juga demi keselamatan rakyat Indonesia, umat Muslim di seluruh dunia dan juga seluruh umat manusia di muka bumi ini.
Semoga Allah Swt. selalu memberikan kekuatan dan keselamatan kepada bangsa ini.
- jafar's blog
- Add new comment
- 236 reads


Komentar Terbaru