12/26/2009 - 14:27
Imam Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin berkata, "Etika doa ada sepuluh macam;
Pertama; Memilih zaman yang penuh berkah. Seperti hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jum'at, seperempat akhir malam, dan di waktu sahur.
Kedua; Di saat berada dalam keadaan yang mulia. Seperti di saat bersujud, bertemu dengan tentara musuh, di saat turun hujan, melakukan shalat, dan sesudah shalat.
Imam Nawawi berkata, "Di saat hati lagi tenang."
Ketiga; Menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan, setelah usai berdoa mengusapkan kedua tangan ke wajah.
Keempat; Mengucapkan doa dengan suara lirih.
Kelima; Tidak berlebih-lebihan dalam berdoa. Lebih utama dalam berdoa dengan doa-doa ma'tsurat 'doa yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Sunnah Nabi'.
Keenam; Tawadhu' dan khusu'
Ketujuh; Bersungguh-sungguh dalam berdoa, yakin bahwa doanya akan dikabulkan, dan bersungguh-sungguh dalam pengharapan.
Kedelapan; Menghayati atas doa yang diucapkan, mengulanginya tiga kali, dan tidak tergesa-gesa agar doanya segera dikabulkan.
Kesembilan; Mengawali doa dengan menyebut nama Allah.
Imam Nawawi berkata, "Setelah mengucapkan puja-puji kepada Allah, dianjurkan untuk mengucapkan shalawat kepada Rasulullah Saw. Ketika mengakhiri doa, juga dianjurkan untuk mengucapkan kalimat tersebut."
Kesepuluh; Hal yang paling penting dan menjadi azas bagi dikabulkannya doa adalah, bertaubat, mengembalikan harta kepada orang yang didzalimi, dan menghadap pasrah kepada Allah.
- jafar's blog
- Add new comment
- 340 reads


Komentar Terbaru