01/28/2010 - 15:31
Bagi sebagian masyarakat di Indonesia, ziarah kubur ke makam orang-orang shalih atau makam para wali merupakan kegiatan yang rutin dilakukan. Biasanya kegiatan ziarah ini ramainya di hari-hari besar terutama di bulan Rabiul awal (Maulid).
Di daerah Banten banyak terdapat makam para wali yang ramai diziarahi oleh orang-orang. Obyek-obyek ziarah ini terletak di daerah Serang dan Pandeglang dan erat kaitannya dengan syiar Islam ketika zaman kejayaan Kesultanan Banten di abad 15.
Banten lama
Era kejayaan Banten di abad 15 dan 16 dapat dilihat dari sisa-sisa peninggalannya. Kita masih bisa menyaksikan Masjid Agung Banten dengan menaranya, tembok sisa alun-alun kesultanan Banten dan benda-benda pusaka peninggalan kesultanan Banten.






Makam Syeikh Muhammad Sholeh bin Abdurohman (Gunung Santri)
Makam Syekh Muhammad Sholeh bin Abdurohman atau lebih dikenal dengan Penziarahan Gunung Santri terletak di atas puncak Gunung Santri di Kecamatan Bojonegara Kabupaten Serang, terletak di sebelah barat laut daerah pantai utara, 25 km dari kota Serang atau sekitar 7 km dari kota Cilegon.


Daerah pemakaman Syeikh Asnawi Caringin
Makam Syeikh Asnawi Caringin tidak seperti makam-makam wali yang lain terlihat agak berbeda, biasanya makam para wali berada di tempat yang lebih tinggi, tapi makam Syeikh Asnawi Caringin terletak di dekat bibir pantai (Laut Jawa).


Makam Syeikh Maulana Mansyur Cikadueun
Berdasarkan cerita yang turun-temurun bahwa Syekh Mansyur merupakan anak dari Sultan Ageng Tirtayasa. Beliau merupakan penyebar agama Islam di daerah Banten dan selain itu juga membantu dalam mengusir penjajah dari bumi Banten.


Batu Qur'an
Batu Qur'an adalah batu berukuran besar yang terletak di dasar kolam dan bertuliskan huruf-huruf arab. Diperkirakan batu bertuliskan huruf arab itu sudah berusia lebih 5 abad dan digunakan untuk pemandian.


Makam Abuya Dimyati Cidahu
Abuya Dimyati bin Syaikh Muhammad Amin. Beliau adalah tokoh kharismatik dunia kepesantrenan, penganjur ajaran Ahlusunah Wal Jama’ah dari pondok pesantren, Cidahu, Pandeglang, Banten. Beliau ulama yang sangat konsen terhadap akhirat, bersahaja, selalu menjauhi keduniawian (wira'i). Beliau meninggal pada tahun 2003 dan dimakamkan tidak jauh dari dekat pesantrennya.


- jafar's blog
- Add new comment
- 55 reads


Komentar Terbaru