06/23/2010 - 20:57
Diriwayatkan dari Malik bin Shafwan bahwa dia berkata: "Saudara saya telah meninggal dan saya bermimpi lalu saya bertanya kepadanya:
"Saudaraku, apakah yang telah dilakukan Allah kepadamu?"
Maka dia menjawab: "Tuhan telah mengampuni saya."
Saya melihat di dahinya terdapat titik hitam. Maka saya bertanya kepadanya tentang titik hitam itu.
Dia menjawab: "Ada pada saya sekian dirham milik orang Yahudi sebagai amanat dan saya belum mengembalikan kepadanya; maka titik hitam ini adalah akibat amanat itu. Oleh karena itu saya minta kepadamu agar supaya engkau bersedia mengambil amanat itu dari tempat fulan dan mengembalikannya kepada Yahudi itu."
Tatkala saya bangun pagi-pagi maka pesan itu saya laksanakan; dan saya lihat dalam mimpi yang kedua bahwa titik hitam itu sudah hilang.
Maka dia berkata: "Semoga Allah ta'ala melimpahkan kasih sayang kepadamu Saudaraku, sebagaimana Anda telah menyelamatkan saya dari siksa."
- jafar's blog
- Add new comment
- 303 reads


Assalamu'alaikum
Amanat-amanat kecil seringkali kita sepelekan ya Mas?...Bagaimana jika diberi amanat yang besar?terima kasih sudah mengingatkan
Re:
Iya itu yang memang mesti menjadi perhatian kita. Kita itu sering banget melalaikan amanat, dari yang kecil sampai yang besar, padahal amanat itu akan ditagih oleh Sang Maha Raja kelak di akhirat.