05/11/2010 - 22:17
Ada sebuah hikayat mengenai Utbah Al-Ghulam rahimahullahu ta'ala, dia adalah termasuk orang ahli melakukan kefasikan dan kemaksiatan. Utbah begitu populer sebagai orang yang bermoral rusak dan peminum khamar (minuman keras).
Pada suatu hari ia masuk ke dalam majlis ta'lim Hasan Bashri. Pada saat itu Hasan Bashri sedang memberikan penjelasan mengenai penafsiran dari firman Allah swt.:
"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah ..." (QS. Al-Hadid: 16)
Yakni, belumkah datang waktunya hati orang-orang yang beriman itu takut? Dalam memberikan penafsiran ayat ini, Syeikh Hasan Bashri memberikan nasehat yang begitu memukau dan menyentuh hati, sehingga orang-orang yang hadir di dalam majlis itu menjadi menangis.
Di tengah-tengah keharuan suasana itu, seorang pemuda berkata: "Wahai orang yang bertakwa dari sekalian orang-orang mukmin, apakah Allah akan sudi menerima orang yang fasik dan berdosa seperti aku ini, jika aku bertobat?"
Syeikh berkata: "Ya, Allah akan menerima tobat terhadap kefasikan dan kedurhakaan Anda."
Ketika Utbah mendengar perkataan itu, wajahnya menjadi pucat, semua persendiannya menjadi tergetar dan gemertak, lalu ia menjerit histeris dan jatuh pingsan. Ketika ia tersadar, Hasan Bashri mendekatinya dan mengucapkan bait-bait syair berikut ini:
"Wahai pemuda yang bermaksiat kepada Tuhan pemilik Arasy; tahukah Anda apa balasan bagi orang yang maksiat.
Neraka Syair, menjadi tempat bagi orang yang maksiat, ia memiliki bunga api yang menyala-nyala dan kegeraman kemarahan pada hari ubun-ubun dipegang (tak dapat berkutik).
Jika Anda sabar terhadap siksaan neraka, maka silahkan bermaksiat kepada-Nya; tetapi jika tidak, maka jauhkan diri dari kemaksiatan.
Kesalahan-kesalahan yang telah Anda perbuat, berarti Anda telah menggadaikan diri Anda, maka bersungguh-sungguhlah untuk membebaskannya."
Mendengar lantunan syair dari Hasan Bashri itu, Utbah menjerit lagi dengan jeritan yang lebih keras, lalu jatuh pingsan.
Setelah tersadar, Utbah berkata: "Ya Syeikh, apakah Tuhan Yang Maha Penyayang akan menerima tobat orang yang hina dan tercela seperti saya ini?"
Syeikh Hasan Bashri menjawab: "Tidak ada yang dapat menerima tobat seorang hamba yang serong, kecuali Tuhan Yang Maha Pengampun."
Kemudian Utbah mengangkat kepalanya tengadah ke langit seraya berdoa akan tiga hal, yaitu:
Pertama: Ya Ilahi, jika Engkau menerima tobatku dan mengampuni dosa-dosaku, maka muliakanlah aku dengan kemampuan untuk memahami dan menghapal sehingga aku dapat menghapal apa yang aku dengar dari ilmu dan Al-Qur'an.
Kedua: Ya Ilahi, muliakanlah aku dengan memiliki suara yang merdua, sehingga setiap orang yang mendengar suaraku ketika aku membaca Al-Qur'an, hatinya menjadi lembut dan tersentuh, sekalipun hatinya keras dan membatu.
Ketiga: Ya Ilahi, muliakanlah aku dengan mendapatkan rizki yang halal dan anugerahilah aku rizki dari arah yang tak terduga-duga.
Allah swt. benar-benar mengabulAkan permohonannya itu, sehingga pemahaman dan hapalannya menjadi bertambah baik. Ketika ia membaca Al-Qur'an, maka setiap orang yang mendengarnya menjadi bertobat. Setiap hari di rumahnya selalu terhidang sepiring kuah dan dua buah roti, tanpa diketahui dari mana datangnya dan siapa pula yang menghidangkannya. Dan hal ini terus terjadi hingga ia berpisah dengan dunia (mati).
Demikianlah keadaan orang yang bertobat dan benar-benar kembali kepada jalan Tuhan.
- jafar's blog
- Add new comment
- 406 reads


terima kasih
tak ada yang lebih Maha segala2nya dariNya, hanyalah Allah SWT. terima kasih mas infonya :D
Re:
Sama-sama :). Hanya Dia-lah Yang Maha Segala-galanya.