03/28/2010 - 17:24
Ada sebuah hikayat yang menceritakan tentang seorang laki-laki kikir lagi munafik. Laki-laki ini bersumpah kepada istrinya agar tidak melakukan sedekah sedikitpun. Dan apabila istrinya tetap bersedekah, maka ia bersumpah akan menceraikannya.
Pada suatu hari datanglah seorang peminta-minta mengetuk rumahnya, seraya berkata: "Wahai penghuni rumah ini, dengan haq Allah, hendaklah Anda memberikan suatu sedekah kepadaku."
Istri dari si suami pemilik rumah itu lalu memberikan tiga potong roti kepada si peminta-minta dan setelah itu si peminta-minta pergi dari rumah.
Ketika si peminta-minta sudah mulai berjalan meninggalkan rumah, di tengah jalan dia bertemu dengan si suami yang munafik.
Suami yang munafik itu curiga melihat si peminta-minta yang sedang membawa roti, dan kemudian dia bertanya kepadanya: "Siapa yang memberi Anda roti itu?"
Dia menjawab: "Si wanita penghuni rumah itu telah memberikan roti ini padaku."
Rumah yang ditunjuk oleh si peminta-minta itu tak lain adalah rumahnya.
Maka suami yang munafik itu segera masuk ke dalam rumah dan bertanya kepada istrinya: "Bukankah aku telah menyumpah Anda, agar tidak memberikan sesuatu kepada seorang pun."
Istrinya menjawab: "Saya memberikannya karena Allah Azza wa Jalla."
Suami munafik itu lalu pergi untuk menyalakan tungku pembakaran hingga benar-benar panas. Kemudian ia berkata kepada istrinya: "Bangkit dan ceburkan diri Anda ke dalam tungku karena Allah."
Istrinya bangkit dan mengambil perhiasannya.
Suami munafik itu berkata: "Tinggalkan perhiasan itu."
Istrinya menjawab: "Seorang kekasih tentu berhias buat kekasihnya, dan aku adalah orang yang akan mengunjungi kekasihku."
Kemudian ia masuk ke dalam tungku yang telah panas membara, dan suaminya yang munafik itu menutup tungku tersebut, kemudian pergi berlalu.
Tiga hari kemudian suami yang munafik itu datang kembali dan membuka tutup tungku. Ia begitu kaget, karena ia lihat istrinya yang masih hidup. Ia terheran-heran menyaksikan apa yang baru saja terjadi. Istrinya yang tiga hari lalu ia bakar di dalam tungku yang sangat panas ternyata dapat selamat atas kekuasaan dan pertolongan Allah Swt.
Dalam keheranannya, tibat-tiba terdengar suara: "Sekarang Anda menjadi tahu, bahwa api tidak akan dapat membakar kekasih-Ku."
- jafar's blog
- Add new comment
- 406 reads


Allahuakbar ,,,,alngkah
Allahuakbar ,,,,alngkah tntramnya hati kta menjadi Kekasih-NYA,,,apkh kta bsa menjdi Kekasih-NYA yang akn tlus syukur ats karunia-NYA???
Re:
Semoga saja bisa seperti itu, dengan modal yakin dan berusaha terus dengan kuat untuk mendekat kepada-Nya selama sisa umur kita ini :)
kita termasuk tidak
Cerita yang bagus Mas. Adakah kita bisa menjadi orang yang memenuhi kriteria untuk menjadi kekasih-Nya?
Re:
Akan butuh jalan yang panjang mungkin untuk dapat menjadi kekasih-Nya tapi mudah-mudahan Allah memberikan kita rahmat agar dapat terus berusaha menjadi hamba-Nya yang dekat.
LAma gak kesini
Jalan-jalan.. ke blog penuh inspirasi :)
Re:
Terima kasih kang Cahyo :)