02/16/2010 - 10:46
Suatu hari ada seorang laki-laki tua miskin datang kepada Syeikh Sa'id bin Salim (zaman sekarang mungkin dipanggil Kyai) yang sedang berada di majelis bersama orang-orang.
Laki-laki tua dengan pakaian yang sangat sederhana dan bertongkat ini sengaja datang dengan tujuan hendak menyampaikan sesuatu keperluan, yaitu meminta tolong kepada Syeikh Sa'id bin Salim, seorang tokoh masyarakat yang sangat disegani itu.
Seperti laiknya orang yang sudah tua renta, selama berbicara mengutarakan keperluannya kepada Syeikh Sa'id bin Salim, si orang tua miskin yang tidak kuat berdiri lama-lama tanpa ditemani oleh tongkatnya itu pun menyandarkan berat tubuhnya pada tongkat yang ia bawa.
Dan tanpa disadari, ujung tongkat si orang tua itu menghunjam pada kaki Syeikh Sa'id bin Salim hingga kaki Syeikh berdarah.
Seperti tidak merasakan apa-apa, Syeikh Sa'id bin Salim terus saja mendengarkan dengan penuh perhatian keluhan si orang tua miskin tersebut.
Ketika orang tua itu sudah menyampaikan keperluan dan mendapatkan jawaban dari Syeikh Sa'id bin Salim terkait dengan apa-apa yang ia perlukan, kemudian dia pergi meninggalkan majelis.
Orang-orang yang berada dalam majelis yang sama yang dari tadi melihat kejadian itu pun memendam keheranan dan lalu serta-merta bertanya kepada Syeikh Sa'id bin Salim:
"Kenapa Syeikh diam saja, tidak menegur, ketika orang tua tadi menghunjamkan tongkatnya di kaki Syeikh?"
"Kalian kan tahu sendiri, dia datang kepadaku untuk menyampaikan keperluannya" jawab Syeikh Sa'id bin Salim sambil tersenyum dan kemudian menambahkan, "Kalau aku mengaduh atau apalagi menegurnya, aku khawatir dia akan merasa bersalah dan tidak jadi menyampaikan keperluannya."
Demikianlah sebuah kisah yang menceritakan bagaimana seorang pemimpin seperti Syeikh Sa'id bin Salim rela mengorbankan dirinya sendiri demi mendahulukan kepentingan orang yang meminta tolong kepadanya.
- jafar's blog
- Add new comment
- 132 reads


Komentar Terbaru